Sabtu, 14 April 2012

konsepsi ovum dan sperma



BAB I
PENDAHULUAN


Investasi fisiologi yang terjadi pada wanita, termasuk semua organisme
betina dalam mencapai kehamilan, merupakan kejadian yang luar biasa
menakjubkan. Kehamilan terjadi bersamaan dengan ovulasi pada masa remaja
dini; dan setelah kelahiran, anovulasi dan amenorrhoe menetap selama laktasi,
dan menyusui dilanjutkan sampai dengan 2-3 tahun. Kemudian kehamilan
terjadi lagi dan begitu seterusnya. Ketika sudah 10 atau 11 episode
kehamilan-laktasi tersebut selesai, fungsi ovarium dan ovulasi berhenti yaitu
menopause. Sebuah analisis yang merangsang pemikiran tentang ”evolution of
human reproduction”telah disajikan oleh Roger Short (1976).
Menstruasi dipandang dalam arti fisiologi, sebagai hasil akhir dari
kegagalan fertilitas. Tidak diragukan lagi bahwa animus fisiologi siklus
ovarium, dan akomodasi-akomodasi saluran reproduktif morfologis yang
menyertainya adalah ovulasi, fertilisasi, dan implantasi. Ada sistem gagalaman
yang bekerja kalau ada kegagalan fertilisasi ovum atau kegagalan
implantasi blastokista, dan peristiwa ini berpuncak pada menstruasi.
Fertilisasi merupakan suatu proses awal terbentuknya suatu kehamilan.
Proses ini berlanjut dengan pembelahan sampai terjadinya implantasi.
Sesorang dapat dinyatakan hamil apabila hasil konsepsi tertanam di dalam
rahim ibu, yang biasa disebut dengan kehamilan intra uterin. Jika hasil
konsepsi tertanam di luar rahim, hal itu disebut kehamilan ekstra uterin.
Apabila fertilisasi, proses pembelahan dan implantasi tidak berlangsung baik,
hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya abortus ataupun kelainan pada
bayi. Sehingga fertilisasi merupakan tonggak awal penciptaan seorang
manusia.
                                                                                                                         
BAB II
KAJIAN TEORI
KONSEPSI OVUM DAN SPERMA
SERTA FERTILISASI IMPLANTASI


Setiap bulan wanita melepaskan satu sampai dua sel telur dari indung telur (ovulasi) yang ditangkap oleh umbai – umbai (fimbrai) dan masuk ke dalam sel telur. Waktu parsetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta – juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke sel telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasa terjadi dibagian yang mengembang dari tuba fallopi. Sekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk mencairkan zat – yang melindungi ovum kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki, masuklah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan ( konsepsi = fertilisasi ). Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak oleh rambut getar tuba menuju ruang rahim kemudian melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya bersarung di ruang rahim. Peristiwa ini disebut nidasi (implantasi) Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu kira – kira enam sampai tujuh hari. Untuk menyuplai darah dan zat – zat makanan bagi mudigah dan janin, dipersiapkan uri (plasenta). Jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi = fertilisasi), nidasi dan plasenta. (Rustam Mochtar, 1998 : 17)

1.             Sel telur (ovum)           
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi digenital ridge.
Menurut umur wanita, jumlah oogonium adalah :
a.              BBL = 750.000
b.             Umur 6 – 15 = 439.000
c.              Umur 16 – 25 tahun = 159.000
d.             Umur 26 – 35 tahun = 59.000
e.               Umur 35 – 45 tahun = 39.000
f.              Masa menopause = semua hilang
Urutan pertumbuhan ovum (oogenesis) :
a.              Oogonia
b.              Oosit pertama (primary oocyte)
c.              Primary ovarian follicle
d.             Liquar folliculi
e.              Pematangan pertama ovum
f.              Pematangan kedua ovum pada waktu sperma membuahi ovum

2.             Sel mani (spermatozoa)
Sperma bentuknya seperti kecebong, terdiri atas kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti (nucleus) leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. Panjang ekor kira – kira sepuluh kali bagian kepala.
Secara embrional, spermatogonium berasal dari sel – sel primitif tubulas testis. Setelah bayi laki – laki lahir, jumlah spermatogonium yang ada tidak mengalami perubahan sampai masa akil baliq. Pada masa pubertas dibawah pengaruh sel – sel interstial leyding. Sel – sel spermatogonium ini mulai aktif mengadakan mitosis dan terjadilah spermatogenesis.
Urutan pertumbuhan sperma (spermatogenesis) :
a.              Spermatogonium (membelah dua)
b.             Spermatosit pertama (membelah dua)
c.              Spermatosit kedua (membelah dua)
d.              Spermatid, kemudian tumbuh menjadi
e.              Spermatozoa (sperma)

3.       Pembuahan (konsepsi =fertilisasi)
Pembuahan adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur di tuba fallopi, umumnya terjadi di ampula tuba, pada hari ke sebelas sampai empat belas dalam siklus menstruasi. Wanita mengalami ovulasi (peristiwa matangnya sel telur) sehingga siap untuk dibuahi, bila saat ini dilakukan coitus, sperma yang mengandung kurang lebih seratus sepuluh sampai seratus dua puluh juta sel sperma dipancarkan ke bagian atas dinding vagina terus naik ke serviks dan melintas uterus menuju tuba fallopi disinilah ovum dibuahi.
Hanya satu sperma yang telah mengalami proses kapitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu, zona pelisuda mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma lain. Proses ini diikuti oleh penyatuan ke dua pronuklei yang disebut zigot, yang terdiri atas acuan genetic dari wanita dan pria. Pembuahan mungkin akan menghasilkan xx zigot menurunkan bayi perempuan dan xy zigot menurunkan bayi laki – laki.
Dalam beberapa jam setelah pembuahan, mulailah pembelahan zigot selama tiga hari sampai stadium morula. Hasil konsepsi ini tetap digerakkan kearah rongga rahim oleh arus dan getaran rambut getar (silia) serta kontraksi tuba. Hasil konsepsi tuba dalam kavum uteri pada tingkat blastula. (Rustam Mochtar, 1998 : 18-19)
Untuk menentukan masa subur, dipakai 3 patokan, yaitu :
1.        Ovulasi terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datan
2.        Sperma dapat hidup & membuahi dalam 2-3 hari setelah ejakulasi
3.        Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi
Pertemuan / penyatuan sel sperma dengan sel telur inilah yang disebut
sebagai pembuahan atau fertilisasi.
Dalam keadaan normal in vivo, pembuahan terjadi di daerah tuba falopii
umumnya di daerah ampula / infundibulum.
Perkembangan teknologi kini memungkinkan penatalaksanaan kasus
infertilitas (tidak bisa mempunyai anak ) dengan cara mengambil oosit wanita
dan dibuahi dengan sperma pria di luar tubuh, kemudian setelah terbentuk
embrio, embrio tersebut dimasukkan kembali ke dalam rahim untuk
pertumbuhan selanjutnya. Teknik ini disebut sebagai pembuahan in vitro (in
vitro fertilization – IVF) – dalam istilah awam” bayi tabung”.

PROSES FERTILISASI
Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim, masuk ke
dalam tuba. Gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh peranan kontaksi
miometrium dan dinding tuba yang juga terjadi saat sanggama.
Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium, ditangkap oleh fimbrae dengan
umbai pada ujung proksimalnya dan dibawa ke dalam tuba falopii. Ovum yang
dikelilingi oleh perivitelina, diselubungi oleh bahan opak setebal 5–10 μm, yang
disebut zona pelusida. Sekali ovum sudah dikeluarkan, folikel akan mengempis
dan berubah menjadi kuning, membentuk korpus luteum. Sekarang ovum siap
dibuahi apabila sperma mencapainya.
Dari 60 – 100 juta sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina pada
saat ovulasi, beberapa juta berhasil menerobos saluran heliks di dalam mukus
serviks dan mencapai rongga uterus beberapa ratus sperma dapat melewati
pintu masuk tuba falopii yang sempit dan beberapa diantaranya dapat
bertahan hidup sampai mencapai ovum di ujung fimbrae tuba fallopii. Hal ini
disebabkan karena selama beberapa jam, protein plasma dan likoprotein yang
berada dalam cairan mani diluruhkan. Reaksi ini disebut reaksi kapasitasi.
Setelah reaksi kapasitasi, sperma mengalami reaksi akrosom, terjadi setelah
sperma dekat dengan oosit. Sel sperma yang telah menjalani kapasitasi akan
terpengaruh oleh zat – zat dari korona radiata ovum, sehingga isi akrosom
dari daerah kepala sperma akan terlepas dan berkontak dengan lapisan
korona radiata. Pada saat ini dilepaskan hialuronidase yang dapat melarutkan
korona radiata, trypsine – like agent dan lysine – zone yang dapat melarutkan
dan membantu sperma melewati zona pelusida untuk mencapai ovum. Hanya
satu sperma yang memiliki kemampuan untuk membuahi, karena sperma
tersebut memiliki konsentrasi DNA yang tinggi di nukleusnya, dan kaputnya
lebih mudah menembus karena diduga dapat melepaskan hialuronidase. Sekali
sebuah spermatozoa menyentuh zona pelusida, terjadi perlekatan yang kuat
dan penembusan yang sangat cepat. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona
pelusida (zone reaction) yang bertujuan mencegah terjadinya penembusan
lagi oleh sperma lainnya. Dengan demikian, sangat jarang sekali terjadi
penembusan zona oleh lebih dari satu sperma.










GAMBAR  FERTILISASI

Sumber : Miracle of man’s creation

Pada saat sperma mencapai oosit, terjadi :
1.             Reaksi zona / reaksi kortikal pada selaput zona pelusida
2.             Oosit menyelesaikan pembelahan miosis keduanya, menghasilkan oosit definitif yang kemudian menjadi pronukleus wanita
3.             Inti sperma membesar membentuk pronukleus pria.
4.             Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi.
5.             Pronukleus pria dan wanita. Masing – masing haploid, bersatu dan  membentuk zygot yang memiliki jumlah DNA genap / diploid.








GAMBAR  PEMBUAHAN OVUM

Sumber : Dasar – Dasar Obstetri dan Ginekologi (2002)

Keterangan :                                            
A, B, C dan D : Ovum dengan korona radiata
E: Ovum dimasuki spermatozoa
F dan G : Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya kedua
pronukleus yang haploid untuk menjadi zigot
Hasil utama pembuahan :
1.             Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.
2.             Penentuan jenis kelamin bakal individu baru, tergantung dari kromosom X atau Y yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut.
3.             Permulaan pembelahan dan stadium – stadium pembentukan dan perkembangan embrio (embriogenesis)

4.             Nidasi atau Implantasi
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula diselubungi oleh sutu sampai disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel – sel desidua yaitu sel – sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas. Blastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam (inner cell mass) akan mudah masuk kedalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi.
Itulah sebabnya kadang – kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda Hartman). Umumnya nidasi terjadi pada depan atau belakang rahim (korpus) dekat fundus uteri. Bila nidasi telah terjadi , dimulailah diferensiasi sel – sel blastula. Sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac sedangkan sel – sel yang tumbuh besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional (embrional plate) diantara amnion dan yolk sac.
Sel – sel trofoblas mesodermal yang tumbuh disekitar mudigah (embrio) akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat korionik (chorionik membrane) yang kelak menjadi korion. Sel- sel trofoblas tumbuh menjadi dua lapisan yaitu sitotrofoblas (sebelah dalam) dan sinsitio trofoblas (sebelah luar)
Villi koriales yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh bercabang – cabang dan disebut korion krondosum sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsularis kurang mendapat makanan sehingga akhirnya menghilang disebut chorion leave.
Dalam peringkat nidasi trofoblas dihasilkan hormon – hormon chorionic gonadotropin (HCG). (Rustam Mochtar, 1998 : 19-21)




GAMBAR PERKEMBANGAN DAN PERJALANAN OVUM


Keterangan :
A : Oosit tidak bersegmen
B : Fertilisasi
C : Terbentuk pro-nuklei
D : Pembelahan kumparan pertama
E : Stadium 2 sel
F : Stadium 4 sel
G : Stadium 8 sel
H : Morula
I & J : Pembentukan blastokista
K: Zona pelusida menghilang, implantasi terjadi

5.             Plasentasi
Pertumbuhan dan perkembangan desidua sejak terjadi konsepsi karena pengaruh hormon terus tumbuh sehingga makin lama menjadi tebal. Desidua adalah mukosa rahim pada kehamilan yang terbagi atas :
a.              Desidua basalis
Terletak diantara hasil konsepsi dan dinding rahim, disini plasentater bentuk.
b.             Desidua kapsularis
Meliputi hasil konsepsi ke arah rongga rahim yang lama kelamaan bersatu dengan desidua vera kosena obliterasi .
c.              Desidua vera (parietalis)
Meliputi lapisan dalam dinding rahim lainnya.









BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
Fertilisasi adalah suatu proses penyatuan antara sel mani / sperma  dengan sel telur di tuba falopii.
Fertilisasi dapat terjadi pada rentang masa subur dari seorang wanita. Proses fertilisasi dimulai dengan masuknya sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina. Sperma tersebut bergerak masuk ke dalam kavum uteri dan tuba sampai akhirnya bertemu dengan ovum di ampula / infundibulum tuba. Selama perjalanan menuju ovum, sperma mengalami reaksi kapasitasi dan reaksi akrosom.
Pada saat sperma mencapai oosit, terjadi:
1.             Reaksi zona / reaksi kortikal     
2.             Oosit menjadi pronukleus wanita
3.             Inti sperma membentuk pronukleus pria.
4.             Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi.
5.             Pronukleus pria dan wanita bersatu dan membentuk zygot yang memiliki jumlah DNA genap / diploid.
Hasil utama pembuahan :
1.             Penggenapan kembali jumlah kromosom
2.             Penentuan jenis kelamin
3.             Permulaan embriogenesis
Zygot mengalami proses pembelahan mitosis beberapa kali, sampai terbentuk 16 sel yang akan menjadi morula pada hari ke 3 – 4 setelah fertilisasi dan berlanjut terus sampai terbentuk trofoblast. Kira – kira pada hari ke 5 sampai ke 6, terjadi implantasi zigot dalam cavum uteri.

DAFTAR PUSTAKA

                                                                                 
2.             Cunningham, et all, Obstetri William, Edisi 18, Jakarta, EGC, hal 99 – 100.
3.             Llewellyn, 2002, Dasar – Dasar Obstetri Ginekologi, Jakarta, Hipokrates, hal 17 – 20.
4.             Mochtar, R, 1998, Sinopsis Obstetri, Jakarta, EGC, , hal 18–20.
5.             Prawirohadjo, S, 1999, Ilmu Kebidanan. Jakarta, Yayasan Balai Pustaka
6.             Sarwono Prawirohadjo, hal 57 – 60.
7.             Harun Yahya, Miracle of Man’s Creation, The Indonesian Institute of  Science and Society.
8.             Benyumov,Zorn, 2002, The Ultimate Guide To Pregnancy, Discovery Health Chanel-31
9.             http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklob6.html
10.         Bobak, Lowdermik, dan Jensen< alih bahasa: Maria A,Wijayarini, Peter I. Anugerah; Editor bahasa Indonesia Renata Komalasari.
11.         Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta, EGC


kebutuhan fisik bumil


BAB I
PENDAHULUAN


Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental dan sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harus diperhatikan  agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, personal hygiene, pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil, istirahat/tidur, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan persalinan dan kelahiran bayi, memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut akan dibahas satu persatu berikut ini.

















BAB II
KAJIAN TEORI
KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL


1.             OKSIGEN
Pada dasarnya kebutuhan oksigen semua manusia sama yaitu:
a.              Udara yang bersih
b.             Tidak kotor / polusi udara
c.              Tidak bau
                                                    
Pada prinsipnya hindari ruangan / tempat yang dipenuhi oleh polusi
udara (terminal, ruangan yang sering dipergunakan untuk merokok).

2.             NUTRISI
Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat 15 % dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan ibu dan janin. Makanan dikonsumsi ibu hamil 40 % digunakan untuk pertumbuhan janin dan sisanya (60 %) digunakan untuk pertumbuhan ibunya. Secara normal kenaikan berat badan ibu hamil 11-13 kg.

Asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil berguna untuk :
a.              Pertumbuhan dan perkembangan janin
b.             Mengganti sel-sel tubuh yang rusak
c.              Sumber tenaga
d.             Mengatur suhu tubuh dan cadangan makanan



Beberapa hal harus diperhatikan ibu hamil untuk menjalani proses kehamilan yang sehat, antara lain :
a.              Konsumsilah makanan dengan porsi yang cukup dan teratur
b.             Hindari makanan yang terlalu asin dan pedas
c.              Hindari makanan yang mengandung lemak cukup tinggi
d.             Hindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol
e.              Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan zat pewarna
f.              Hindari merokok

Hal penting yang harus diperhatikan ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi terdiri dari susunan menu yang seimbang yaitu menu yang mengandung unsur-unsur sumber tenaga, pembangun, pengatur dan pelindung.
a.              Sumber Tenaga (Sumber Energi)
Ibu hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 300 kalori perhari sekitar 15 % lebih banyak dari normalnya yaitu 2500 s/d 3000 kalori dalam sehari. Sumber energi dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak.
b.             Sumber Pembangun
Sumber zat pembangun dapat diperoleh dari protein. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 800 gram/hari. Dari jumlah tersebut sekitar 70 % dipakai untuk kebutuhan janin dan kandungan.
c.              Sumber Pengatur dan Pelindung
Sumber zat pengatur dan pelindung dapat diperoleh dari air, vitamin dan mineral. Sumber ini dibutuhkan tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran proses metabolisme tubuh.

Kebutuhan makanan sehari-hari untuk ibu hamil, yaitu :
a.              Kalori : 2500 Kkal
b.             Protein : 85 g
c.              Kalsium (Ca) : 1,5 g
d.             Zat besi (Fe) : 15 mg
e.              Vitamin A : 6000 IU
f.              Vitamin B : 1,8 mg
g.             Vitamin C : 100 mg
h.             Riboflavin : 2,5 mg
i.               As nicotin : 18 mg
j.               Vitamin D : 400-800 IU

Pada umumnya kebutuhan makanan bagi ibu hamil untuk setiap trimester berbeda-beda, hal ini berhubungan dengan kondisi ibu pada setiap trimester tersebut.
Pada kehamilan trimester pertama (0-14 minggu), umumnya nafsu makan ibu berkurang, sering timbul rasa mual dan muntah. Pada kondisi ini, ibu harus tetap berusaha untuk makan agar janin tumbuh baik. Makanlah makanan dengan porsi kecil tapi sering, seperti sup, susu, telur, biskuit, buah-buahan segar dan jus. Pada trimester kedua (s/d usia 28 minqgu), nafsu makan sudah pulih kembali kebutuhan makan harus lebih banyak dari biasanya meliputi zat sumber tenaga, pembangun, pelindung dan pengatur. Hal ini untuk kebutuhan janin.
Pada trimester ketiga (sampai usia 40 minggu) nafsu makan sangat baik, tetapi jangan kelebihan, kurangi karbohidrat, tingkatkan protein, sayur-sayuran dan buah-buahan, lemak harus tetap dikonsumsi. Selain itu kurangi makanan terlalu manis (seperti gula) dan terlalu asin (seperti garam, ikan asin, telur asin, tauco dan kecap asin) karena makanan tersebut akan memberikan kecenderungan janin tumbuh besar dan merangsang timbulnya keracunan saat kehamilan. Untuk memperoleh asupan makanan yang sehat, ibu hamil dianjurkan untuk mengolah makanan secara sehat pula.

Adapun cara pengolahan makanan yang sehat dan tepat sebagai berikut :
a.              Pilihlah sayuran dan buah-buahan yang segar dan berwarna kuning
b.             Pilihlah daging dan ikan yang segar
c.              Cucilah tangan yang bersih sebelum dan sesudah mengolah makanan
d.             Cucilah bahan makanan yang bersih
e.              Jangan memasak sayuran sampai layu
f.              Konsumsilah makanan yang diolah sampai matang
g.             Hindari pemakaian zat pewarna, pengawet, bumbu masak (vetsin)
h.             Hindari pemakaian minyak yang sudah berkali-kali digunakan
i.               Perhatikan tanggal kadaluarsa dan komposisi vitamin, mineral dan tempat makanan kalengan

Simpanlah peralatan dapur dalam keadaan bersih dan aman jangan membiarkan binatang berkeliaran didapur.

3.             PERSONAL HYGIENE
Personal hygiene adalah kebersihan yang dilakukan untuk diri sendiri. Kebersihan badan mengurangkan kemungkinan infeksi, karena badan yang kotor banyak mengandung kuman-kuman.
a.              Cara merawat gigi
Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena hanya gigi yang baik menjamin pencernaan yang sempurna. Caranya antara lain :
1)            Tambal gigi yang berlubang
2)            Mengobati gigi yang terinfeksi
3)            Untuk mencegah caries :
a)             Menyikat gigi dengan teratur
b)             Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja
c)             Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa
b.             Manfaat mandi
1)            Merangsang sirkulasi
2)            Menyegarkan
3)            Menghilangkan kotoran yang harus diperhatikan :
a)             Mandi hati-hati jangan sampai jatuh
b)             Air harus bersih
c)             Tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas
d)            Gunakan sabun yang mengandung antiseptik
c.              Perawatan rambut
Rambut harus bersih, keramas satu minggu 2-3 kali
d.             Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan kalau terbasahi oleh colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.
e.              Perawatan vagina / vulva
Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter karena irrigasi dalam kehamilan dapat menimbulkan emboli udara. Hal – hal yang harus diperhatikan adalah :
1)            Celana dalam harus kering
2)            Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina
3)            Sesudah bab / bak dilap dengan lap khusus
f.              Perawatan kuku
Kuku bersih dan pendek

4.             PAKAIAN
Pakaian yang dikenakan ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk / pita yang menekan dibagian perut / pergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat dileher, stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena dapat menghambat sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus ringan dan menarik karena wanita hamil tubuhnya akan tambah menjadi besar. Sepatu harus terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip tidak baik bagi kaki, khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan cedera kaki yang sering terjadi. Kaos kaki ketat tidak boleh digunakan.

a.              BH          
Desain BH harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara dan nyeri punggung yang tambah menjadi besar pada kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui. BH harus tali besar sehingga tidak terasa sakit dibahu. Pemakaian BH dianjurkan terutama pada kehamilan dibulan ke 4 sampai ke 5 sesudah terbiasa boleh menggunakan BH tipis/ tidak memakai BH sama sekali jika tanpa BH terasa lebih nyaman. Ada dua pilihan BH yang biasa tersedia, yaitu BH katun biasa dan BH nylon yang halus.
b.             Korset
Korset yang khusus untuk ibu hamil dapat membantu menekan perut bawah yang melorot dan mengurangi nyeri punggung. Korset ibu hamil didesain untuk meyangga bagian perut diatas sympisis pubis di sebelah depan dan masing-masing di sisi bagian tengah pinggang disebelah belakang. Pemakaian korset tidak boleh menimbulkan tekanan (selain menyangga dengan ketat tapi lembut) pada perut yang membesar dan dianjurkan pada wanita hamil yang mempunyai tonus otot perut yang rendah. Untuk kehamilan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan tekanan pada uterus dan wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengenakannya.

5.             ELIMINASI
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar, untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan menjaga kebersihan sekitar kelamin perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan besar, sehingga buang air besar mengalami obstipasi (sembelit).
Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan makanan berserat (sayur dan buah-buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir menjadi lebih besar dan berdarah

6.             SEKSUAL
Masalah hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak dapat ditawar, tetapi perlu diperhitungkan bagi mereka yang hamil, kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual.
Pada hamil muda hubungan seksual sedapat mungkin dihindari, bila terdapat keguguran berulang atau mengancam kehamilan dengan tanda infeksi, pendarahan, mengeluarkan air. Pada kehamilan tua sekitar 14 hari menjelang persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan. Bisa terjadi bila kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan persalinan bisa terangsang karena, sperma mengandung prostaglandin.
Perlu diketahui keinginan seksual ibu hamil tua sudah berkurang karena berat perut yang makin membesar dan tekniknya pun sudah sulit dilakukan. Posisi diatur untuk menyesuaikan pembesaran perut.

7.             MOBILISASI DAN BODY MEKANIK
Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang. Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari-hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. Karena sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang.


Alternatif sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang :
a.              Gerakan atau goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil duduk di kursi dengan punggung yang lurus atau goyangkan panggul
dengan posisi berdiri pada sebuah dinding.
b.             Untuk berdiri yang lama misalnya menyetrika, bekerja di luar rumah yaitu
letakkan satu kaki diatas alas yang rendah secara bergantian atau menggunakan sebuah kotak.
c.              Untuk duduk yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan
kaki pada lantai lebih disukai dengan lutut lebih tinggi dari pada paha.
d.             Menggunakan body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan.
1)            Untuk menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan
cara membengkokan kedua lutut punggung harus lurus, kaki terpisah 12-18 inchi untuk menjaga keseimbangan.
2)            Untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu
mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan agak kedepan dari pada yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan dirinya.
e.              Menyarankan agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan tumit yang rendah tidak lebih dari 1 inchi.

8.             EXERCISE / SENAM HAMIL
Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :
a.              Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan lain-lain.
b.             Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan 02 terpenuhi.
c.              Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan lain-lain.
d.             Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan.
e.              Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.
f.              Mendukung ketenangan fisik

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil sebagai berikut :
a.              Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu)
b.             Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak prematur pada persalinan sebelumnya
c.              Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang
d.             Berpakaian cukup longgar
e.              Menggunakan kasur/ matras

9.             ISTIRAHAT / TIDUR
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam waktu yang sangat lama.
Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin. Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang ± 1 jam.

10.         IMUNISASI
Kehamilan bukan saat untuk memakai program imunisasi terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah. Hal ini karena kemungkinan adanya akibat yang membahayakan Janin.
Imunisasi harus diberikan pada wanita hamil hanya imunisasi TT untuk mencegah kemungkinan tetanus neonatorum. Imunisasi TT harus diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak waktu TT1 dan TT2 minimal 1 bulan, dan ibu hamil harus sudah diimunisasi lengkap pada umur kehamilan 8 bulan.

11.         TRAVELLING
Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta Oedema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman yang dikenakan dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol.
Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk bepergian.
Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi / diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan.



12.         PERSIAPAN LAKTASI
Persiapan menyusui pada masa kehamilan merupakan hal yang penting karena dengan persiapan dini ibu akan lebih baik dan siap untuk menyusui bayinya.
Untuk itu ibu hamil sebaiknya masuk dalam kelas Bimbingan Persiapan Menyusui  (BPM). Suatu pusat pelayanan kesehatan seperti RS, RB dan Puskesmas harus mempunyai kebijakan yang berkenaan dengan pelayanan ibu hamil yang menunjang keberhasilan menyusui.

Pelayanan pada BPM terdiri atas :
a.              Penyuluhan
1)            Keunggulan ASI
2)            Manfaat rawat gabung
3)            Perawatan puting susu
4)            Perawatan bayi
5)            Gizi ibu hamil dan menyusui
6)            Keluarga berencana
b.             Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan dan keyakinan dalam keberhasilan dalam menyusui
Persiapan psikologis ibu untuk menyusui pada saat kehamilan sangat berarti, karena keputusan atau sikap yang positif harus sudah terjadi pada saat kehamilan atau bahkan jauh sebelumnya. Banyak ibu yang memiliki masalah. Oleh karenanya bidan harus dapat membuat ibu tertarik dan simpati.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui adalah
1)             Setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ibu akan sukses dalam menyusui bayinya.
2)            Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula.
3)            Memecahkan masalah yang timbul dalam menyusui.
4)            Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan.
5)            Memberikan kesempatan ibu untuk bertanya.
c.              Pelayanan pemeriksaan payudara, perawatan puting susu dan senam hamil
Tujuan pemeriksaan payudara adalah untuk mengetahui lebih dini adanya kelainan, sehingga diharapkan dapat dikoreksi sebelum persalinan. Pemeriksaan payudara dilaksanakan pada kunjungan pertama ibu, dimulai dari inspeksi, palpasi.

Untuk menunjang keberhasilan menyusui maka pada saat kehamilan puting susu ibu perlu diperiksa kelenturannya dengan cara:
1)            Sebelum dipegang periksa dulu bentuk puting susu
2)            Cubit areola di sisi puting susu dengan ibu jari dan telunjuk
3)            Dengan perlahan puting susu dan areola ditarik, untuk membentuk ”dot”, bila puting susu mudah ditarik, berarti lentur. Tertarik sedikit berarti kurang lentur. Masuk ke dalam berarti puting susu terbenam.

Puting susu dapat dikoreksi dengan :
1)            Gerakan Hofman (Sekarang tidak dianjurkan lagi)
2)            Penggunaan pompa puting
Bila pompa puting tidak tersedia dapat dibuat dari modifikasi jarum suntik 10 cc, bagian ujung jarum dipotong dan kemudian pendorong dimasukkan dari arah potongan tersebut. Kemudian tarik puting perlahan sehingga ada tahanan dan dipertahankan selama 30 detik sampai 1 menit. Lakukan beberapa kali dalam sehari.



Langkah – langkah Menyusui Yang Benar :
1)            Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu.
2)            Bayi diletakkan menghadap payudara.
a)             Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai. Bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah dan punggung ibu bersandar pada kursi.
b)             Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu ( kepala tidak boleh menengadah, dan bokong menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ).
c)             Satu tangan bayi diletakan di belakang badan ibu dan yang satu didepan
d)            Perut bayi menempel badan ibu, badan dan kepala bayi sedikit melengkung sehingga dapat melingkari perut ibu, tidak hanya membelokkan kepala bayi
e)             Kuping dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
f)              Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
3)            Payudara dipegang dengan ibu jari di atas puting dan jari yang lain menopang di bawahnya, jangan menekan puting susu atau areolanya saja seperti memegang rokok.
4)            Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara menyentuh pipi atau sudut mulut bayi dengan puting.
5)            Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat payudara dimasukan ke mulut bayi.
a)             Usahakan seluruh areola dapat masuk ke dalam mulut bayi, sehingga puting susu berada di bawah langit – langit dan lidah bayi akan menekan.
b)             Setelah bayi mulai menghisap payudara dengan irama perlahan namun kuat, maka payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi.
6)            Melepas isapan
Bila satu payudara telah terasa kosong, jangan biarkan bayi terus menghisap sebab udara akan masuk. Lepaskan isapan dan ganti dengan payudara yang lain.
Cara melepaskan isapan bayi :
a)      Jari kelingking ibu dimasukan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau,
b)      Dagu bayi ditekan ke bawah
7)            Setelah menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu.

13.         PERSIAPAN KELAHIRAN BAYI
Sangatlah penting bekerjasama dengan ibu, keluarga dan masyarakat dalam mempersiapkan persalinan serta membuat rencana tindakan sekiranya terjadi komplikasi-komplikasi.
Rencana persalinan adalah rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarganya dan bidan. Rencana ini tidak harus dalam bentuk tertulis dan biasanya memang tidak tertulis. Rencana ini lebih hanya sekedar diskusi untuk memastikan bahwa ibu dapat menerima asuhan yang ia perlukan. Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa ibu akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu.

Ada 5 komponen penting dalam rencana kehamilan :
Langkah I : Membuat rencana persalinan
Idealnya setiap keluarga mempunyai kesempatan untuk membuat suatu rencana persalinan.
Hal-hal di bawah ini haruslah digali dan diputuskan dalam membuat rencana persalinan tersebut :
a.              Tempat persalinan
b.             Memilih tenaga kesehatan terlatih
c.              Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
d.             Bagaimana transportasi ke tempat persalinan
e.              Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut
f.              Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada

Langkah II : Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat pengambil keputusan tidak ada.
Penting bagi bidan dan keluarga untuk mendiskusikan :
a.              Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga ?
b.             Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawatdaruratan ?

Langkah III : Mempersiapkan sistem transportasi jika terjadi kegawatdaruratan
Setiap keluarga seharusnya mempunyai rencana transportasi untuk ibu, jika ia mengalami komplikasi dan perlu segera di rujuk ke tingkat asuhan yang lebih tinggi.
 Rencana ini perlu dipersiapkan lebih dini dalam kehamilan dan harus terdiri dari elemen-elemen di bawah ini :
a.              Dimana ibu akan bersalin (Desa, fasilitas kesehatan, rumah sakit)
b.             Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawatdaruratan
c.              Bagaimana cara mencari donor darah yang potensial

Langkah IV : Membuat rencana/pola menabung
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan selama kehamilan dan jika terjadi kegawatdaruratan. Banyak sekali kasus, dimana ibu tidak mencari asuhan atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana yang diperlukan.

Langkah V : Mempersiapkan langkah yang diperlukan untuk persalinan
Seorang ibu dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk persalinan. Ia dan keluarganya dapat mengumpulkan barang-barang seperti pembalut wanita atau kain, sabun, seprai dan menyimpannya untuk persiapan persalinan.

14.         MEMANTAU KESEJAHTERAAN BAYI
Memantau kesejahteraan janin dapat dilakukan ibu hamil dengan cara menghitung gerakan janin dan menimbang pertumbuhan berat badan ibu setiap trimesternya apakah mengalami peningkatan atau tidak.

15.     KETIDAKNYAMANAN DAN CARA MENGATASINYA
a.              Sering buang air kecil atau nocturia
1)            Penjelasan mengenai sebab terjadinya
2)            Kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK
3)            Perbanyak minum pada siang hari
4)            Jangan kurangi minum pada malam hari
5)            Batasi minum bahan diuretik seperti kopi, teh, cola dengan kafein
6)            Tidur dalam posisi miring, kaki ditinggikan untuk meningkatkan deuresis
7)            Jelaskan tentang tanda Urinarius Tracktus Infections
b.             Garis-garis di perut
1)            Gunakan anti pruritic jika ada indikasinya
2)            Gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen
c.              Chloasma/perubahan warna areola
1)            Hindari sinar matahari berlebihan selama kehamilan
2)            Gunakan bahan pelindung non alergis
d.             Diare
1)            Cairan pengganti – rehidrasi oral
2)            Hindari makanan berserat
3)            Makan sedikit tapi sering
e.              Edema
1)            Hindari posisi berbaring terlentang
2)            Hindari posisi berdiri dalam waktu yang lama
3)            Tinggikan kaki, miring kekiri
4)            Hindari kaos kaki yang ketat
5)            Lakukan senam secara teratur
f.              Gatal-gatal
1)            Gunakan kompres, dingin mandi berendam/shower
g.             Gusi berdarah
1)            Berkumur dengan air hangat
2)            Memeriksakan gigi secara teratur
3)            Jaga kebersihan gigi, mengosok gigi dan flossing
h.             Hemoroid (wasir)
1)            Hindari konstipasi
2)            Makan makanan yang berserat tinggi
3)            Gunakan kompres hangat
4)            Dengan perlahan masukkan kembali ke dalam rektum
i.               Insomnia
1)            Gunakan teknik relaksasi
2)            Mandi air hangat, minum minuman hangat (susu)
j.               Kelelahan/fatigue
1)            Yakinkan bahwa hal ini normal terjadi dalam kehamilan
2)            Dorong ibu untuk sering beristirahat
3)            Hindari istirahat yang berlebihan
k.             Keputihan
1)            Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari
2)            Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun lebih kuat daya serapnya
3)            Hindari pakaian dalam dan pantyhose yang terbuat dari bahan nilon
l.               Keringat bertambah
1)            Pilihlah pakaian yang longgar dan tipis
2)            Tingkatkan intake cairan
m.           Konstipasi
1)            Tingkatkan intake cairan, serat di dalam diet
2)            Istirahat cukup
3)            Senam
4)            Membiasakan BAB teratur
5)            BAB setelah ada dorongan
n.             Kram pada kaki
1)            Kurangi komsumsi susu (kandungan fosfor tinggi)
2)            Berlatih dorsofleksi pada kaki
3)            Gunakan penghangat
o.             Mengidam
1)            Jelaskan tentang bahaya makan yang tidak benar
2)            Makan makanan yang bergizi
p.             Perut kembung
1)            Hindari makanan yang mengandung gas
2)            Mengunyah makanan secara sempurna
3)            Lakukan senam secara teratur
q.             Pusing
1)            Bangun secara perlahan dari posisi istirahat
2)            Hindari berdiri terlalu lama
3)            Hindari berbaring dalam posisi terlentang
r.               Rasa mual/muntah-muntah
1)            Hindari bau atau faktor-faktor penyebab
2)            Makan biskuit kering atau roti bakar
3)            Makan sedikit-sedikit tapi sering
4)            Duduk tegak setiap kali selesai makan
5)            Hindari makanan yang berminyak dan bumbu merangsang
6)            Bangun tidur secara perlahan-lahan, hindari gerakan secara tibatiba




























BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN

Ternyata banyak kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh seorang ibu hamil, salah satunya adalah kebutuhan fisik yang meliputi oksigen, nutrisi, personal hygiene, pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil, istirahat/tidur, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan persalinan dan kelahiran bayi, memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya. Semua kebutuhan itu sangat berpengaruh pada kehamilan seorang ibu baik semester 1,2 maupun 3.


















DAFTAR PUSTAKA


1.             Varney, Helen. 1997. Varney Midwifery.
2.             Hamilton, Persis Mary. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta.EGC.
3.             Bobak. 2005. Keperawatan Maternitas. Jakarta. EGC.
4.             Depkes RI. 2001. Pengenalan Tanda Bahaya pada Kehamilan Persalinan Dan Nifas. Jakarta.
5.              Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta. EGC
6.             Saifuddin et al. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta. YBP-SP.
7.             Cunningham et al. 1995. Obstetri William. Jakarta. EGC.